<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>"Dengan Ilmu Jadikan Hidup Lebih Bermakna"</title>
	<link>http://sholehhudin.blogsome.com</link>
	<description>Impian dan harapan dapat menjadi kenyataan dengan perbuatan.</description>
	<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:11:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Aku, kau dan dia</title>
		<link>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/aku-kau-dan-dia/</link>
		<comments>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/aku-kau-dan-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholehhudin</dc:creator>
		
	<category>Coretan Kalbu</category>
		<guid>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/aku-kau-dan-dia/</guid>
		<description><![CDATA[	Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?
	Aku telah menemuimu. Menatapmu dalam diam.
Matamu teduh, lembut dan penuh sabar.
Tiada riak emosi. Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.
Sebuah ketenangan yang luar biasa.
	Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan airmata.
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.
Tapi kutahu kau mungkin takkan pernah berikan ruang itu.
Karena kau sangat mengenalku.
	Lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?</p>
	<p>Aku telah menemuimu. Menatapmu dalam diam.<br />
Matamu teduh, lembut dan penuh sabar.<br />
Tiada riak emosi. Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.<br />
Sebuah ketenangan yang luar biasa.</p>
	<p>Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan airmata.<br />
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.<br />
Tapi kutahu kau mungkin takkan pernah berikan ruang itu.<br />
Karena kau sangat mengenalku.</p>
	<p>Lalu kini, semua membeku.<br />
Cair lalu kembali membeku.<br />
Membeku dalam heningku.<br />
Membeku dalam ketidaktegasanmu.</p>
	<p>Apakah dia pernah mencoba memahami hati wanita?<br />
Apakah dia pernah tahu berkorban adalah jalan hidup wanita?<br />
Wanita selalu memilih untuk berkorban,<br />
mengorbankan dirinya, demi yang dicintainya.</p>
	<p>Lalu kini, siapa yang kau inginkan untuk berkorban?<br />
Ketika semua memilih untuk berkorban, lalu apa yang kau dapatkan?<br />
Ketika semua memilih untuk membahagiakan yang lain,<br />
lalu siapa yang sebenarnya akan bahagia?</p>
	<p>Aku telah menemuimu. Memelukmu erat dalam mimpiku.<br />
Aku tahu kau tak pernah membenciku.<br />
Aku tahu aku tak pernah bisa menyakitimu.<br />
Aku tahu kasih tlah hadir di ruang itu.</p>
	<p>Namun aku tak pernah yakin, apakah aku sanggup melaluinya.<br />
Aku tidak siap dengan kenyataan ini.<br />
Aku tahu kau pun tak siap.<br />
Dan juga dia.</p>
	<p>Bagaimana semua ini bisa terjadi, tak pernah bisa kumengerti.<br />
Mengapa aku bersikukuh mengejar awan di langit?<br />
Mengapa aku bersikeras meredakan ombak?<br />
Mengapa aku berkorban demikian besar tuk meruntuhkan hatimu?</p>
	<p>Cinta ini tak pernah padam. Cinta ini selalu ada. Tak kan pernah mati.<br />
Cinta ini terus berharap. Harapan yang membuatku selalu hidup.<br />
Menanti seseorang yang pantas menerimaku.<br />
Tuk selamanya.</p>
	<p>Kuharap kau mengerti.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/aku-kau-dan-dia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti dalam sepi</title>
		<link>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/menanti-dalam-sepi/</link>
		<comments>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/menanti-dalam-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholehhudin</dc:creator>
		
	<category>Coretan Kalbu</category>
		<guid>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/menanti-dalam-sepi/</guid>
		<description><![CDATA[	Lihatlah kemarin ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun ia telah menangis
	Sekarang lihatlah ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa
	tetapi tahukah ia telah pasrah
tahukah ia mulai menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya
	Dan kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat
	Menanti sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Lihatlah kemarin ia menangis<br />
dalam hening<br />
dalam diam<br />
tanpa airmata<br />
Namun ia telah menangis</p>
	<p>Sekarang lihatlah ia telah tertawa<br />
walau masih ada luka di matanya<br />
walau masih terasa lelah di hatinya<br />
namun ia telah tertawa</p>
	<p>tetapi tahukah ia telah pasrah<br />
tahukah ia mulai menyerah<br />
tak berdaya pada kuasa hatinya<br />
tak kuasa pada kehendak cintanya</p>
	<p>Dan kini ia hanya diam<br />
menanti<br />
dalam rindu yang amat sangat<br />
dalam sepi yang menyengat</p>
	<p>Menanti sesuatu yang tak pasti<br />
tapi ia tak peduli<br />
ia hanya tahu<br />
cinta yang ia miliki<br />
pasti.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/12/13/menanti-dalam-sepi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kau selalu ada</title>
		<link>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/10/19/kau-selalu-ada/</link>
		<comments>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/10/19/kau-selalu-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 00:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sholehhudin</dc:creator>
		
	<category>Coretan Kalbu</category>
		<guid>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/10/19/kau-selalu-ada/</guid>
		<description><![CDATA[	Duh Gustiii&#8230;..
	Menatap indahnya bulan diatas kosku
Membuatku terengah terdiam terpaku
Membawa diriku kembali mengingatmu
Teringat akan senyum manis bibirmu
Yang telah menghiasi warna hidupku
Bila mungkin kuputar kembali waktu
Aku ingin lewati malam bersamamu
Singkirkan sepi hampa dalam kalbu 
	Adakah kau disana merinduku&#8230;..?
	Andai saja masih ada ruang dihatimu
Berikan kesempatan lebih dekat denganmu
Andai saja kau disini aku dihatimu
Kan kuberikan yang terbaik untukmu
Yakinkan kau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Duh Gustiii&#8230;..</p>
	<p>Menatap indahnya bulan diatas kosku<br />
Membuatku terengah terdiam terpaku<br />
Membawa diriku kembali mengingatmu<br />
Teringat akan senyum manis bibirmu<br />
Yang telah menghiasi warna hidupku<br />
Bila mungkin kuputar kembali waktu<br />
Aku ingin lewati malam bersamamu<br />
Singkirkan sepi hampa dalam kalbu </p>
	<p>Adakah kau disana merinduku&#8230;..?</p>
	<p>Andai saja masih ada ruang dihatimu<br />
Berikan kesempatan lebih dekat denganmu<br />
Andai saja kau disini aku dihatimu<br />
Kan kuberikan yang terbaik untukmu<br />
Yakinkan kau selalu ada dihatiku</p>
	<p>Aku terlanjur terbuai tak berdaya<br />
Rindu telah merasuk ke dalam jiwa<br />
Cintaku bukanlah cinta sesaat semata<br />
Aku rasa lemah dan rentan tanpanya<br />
Sunyi sepi hampa jadi hantu karenanya</p>
	<p>Adakah kau memanggilku disana&#8230;..?</p>
	<p>Sayang&#8230;walau bulan tak lagi bercahaya<br />
Walau bintang tak lagi berikan sinarnya<br />
Walau kita ada di tempat yang berbeda<br />
Walau aku menangis tanpa air mata<br />
Tak kan kulupakan rasa cinta yang ada<br />
Selama jantung masih terasa detaknya<br />
Selama darah masih mengalir dalam raga<br />
Selama itu pun dirimu bertahta di jiwa</p>
	<p>Bila pesan yang kau tuliskan untukku<br />
Adalah alasan sempurna tuk tinggalkanku<br />
Kan kujadikan kau kenangan waktu<br />
Yang terindah adanya dalam hidupku<br />
Walau ku tau takkan mudah bagiku<br />
Untuk menghapus jejak langkahmu<br />
Yang telah terukir abadi dalam hatiku
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sholehhudin.blogsome.com/2007/10/19/kau-selalu-ada/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
