Kerjaan Kantor, UmumJune 28, 2007 3:56 am

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hah…saat ini aku sedang sedih banget emoticon dan semangat kerjaku agak menurun emoticon. Gara-gara ada kejutan yang menyedihkan dan mengagetkan di akhir bulan juni ini. Tau tidak..!! ternyata ada dua rekan kerjaku di bagian Solusi Sistem Informasi STIKOM yang mengundurkan diri. Mereka adalah Mohammad Fariz Rahman dan Achmad Fanani yang sehari-hari mereka bekerja sebagai programmer.

Hah…yang lebih menyedihkan lagi adalah salah satu dari dua rekan kerjaku yang mengundurkan diri tersebut merupakan sahabat terbaikku (Achmad Fanani) emoticon. Aku dan dia sudah bersahabat sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Kami bersahabat awalnya karena kami mempunyai nasib yang sama, yaitu sama-sama merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa ikatan dinas di STIKOM yang harus ‘mengabdi’ ke STIKOM dengan bekerja sejak semester 5 sampai dengan semester 10. Selama kurang lebih 2 tahun ini kami selalu saling membantu dan mendukung dalam segala hal baik itu urusan pekerjaan maupun urusan pribadi. Di saat salah satu di antara kami mengalami masalah atau kesulitan kami selalu saling tolong-menolong untuk membantu mencarikan solusi secara bersama. Kami saling mengisi, kadang-kadang dia memberikan saran, kritik, nasehat kepadaku dan kadang-kadang juga gantian aku yang memberikan saran, kritik, dan nasehat kepadanya. Bahkan yang lebih membanggakan adalah kami merupakan lulusan STIKOM dengan predikat cumlaude (lihat di Akhirnya S.Kom. jugaa..). Kami memiliki banyak sekali kesamaan pemikiran tentang suatu hal (baru kali ini aku dapat sahabat seperti itu), sampai-sampai semua orang (baik karyawan maupun teman mahasiwa) yang ada di STIKOM mengatakan kalau kami adalah saudara kembar yang sudah jadi satu paket karena menurut mereka wajah kami sangat mirip dan kemana-mana selalu bersama (sampai-sampai ke toilet sekalipun emoticon). Walaupun sebenarnya aku tidak setuju 100 persen tentang hal itu karena menurutku aku lebih keren daripada dia emoticon, lihat aja foto di bawah ini kalo gak percaya…he…hee…

Terus sebenarnya ada beberapa perbedaan lain yang membedakan kami, yaitu aku bisa berenang dan main musik tapi dia tidak bisa, dia bisa menyetir mobil aku belum bisa, dia sudah punya pacar sedangkan aku belum emoticon doakan yaa…, dia suka musik dangdut jaman dulu (terutama Rhoma Irama) tapi aku suka musik dangdut yang modern (terutama Kucing Garong), gaya codingnya mbulet sampe mumet  sedangkan gaya codingku lumayan bisa dimengerti orang lain…he..hee…

Tapi dari beberapa perbedaan itu tidaklah membuat kami selalu mengejek ataupun menjatuhkan, malahan sebaliknya kami selalu saling membantu dan mengisi satu sama lain. Memang benar di dunia ini tidak ada yang abadi selamanya termasuk kebersamaan dengan seorang sahabat, tapi dari situ kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi segala hal. Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. Hidup merupakan pilihan dan dia telah memilih untuk mengundurkan diri untuk bekerja di tempat lain (perusahaan Tjiwi Kimia Mojokerto) dan telah memilih untuk meninggalkanku di sini….emoticon.

Tapi sebagai sahabatnya aku tidak bisa mencegahnya untuk tidak jadi menundurkan diri melainkan hanya bisa mendukung 100 persen pilihan/langkah yang telah diambilnya. Itu merupakan keputusannya dan aku harus menghormatinya. Yang bisa kuberikan saat ini adalah doa kepadanya semoga dia menjadi orang yang lebih sukses lagi dan tidak melupakan segala kebaikan orang lain yang telah membantunya.

Selamat berpisah Fanani, sahabatku. Walaupun jarak kita jauh semoga kamu tidak melupakan persahabatan kita. Dan ingatlah aku selalu mendukungku. O iya jangan lupa undang aku yaa kalo kamu mau menikah nanti.

And Always Remember That Friendship Is Never End. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

Fotoku dan Fanani

UmumJune 12, 2007 5:27 am

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah terindah yang tak terlupakan dalam hidupku. Selama 3,5 tahun lamanya aku menunggu momen seperti ini (wisuda sarjana komputer) dan selama itu pula aku menjalani semua suka duka kuliah di kampus STIKOM Surabaya tercinta. Dan akhirnya pada tanggal 9 Juni 2007 hari Sabtu pukul 09.00 – 11.00 WIB dalam acara Wisuda STIKOM XIX di arena prestasi lantai 9 kampus STIKOM aku resmi dikukuhkan sebagai Sarjana Komputer dengan gelar S.Kom. Hah….akhirnyaaa…yes…yes….yesss…. emoticon

Tapi yang lebih menggembirakan, mengharukan sekaligus membanggakan adalah aku termasuk dari empat wisudawan cumlaude (aku, Achmad Fanani, Ida Ayu Savitri Pratimi Dewi, Andy Wisnu Wardana) dan merupakan peraih cumlaude tertinggi dengan nilai IPK 3,88 dengan masa studi tiga setengah tahun. Alhamdulillah…ya Allah…..

Bersama tiga wisudawan cumlaude di atas aku memperoleh penghargaan dari Ketua STIKOM Dr. Y. Jangkung Karyontoro, MBA. Wah…suatu pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku. Dan ternyata berkat jasa bagian Humas STIKOM aku masuk dalam berita di beberapa media yaitu Jawa Pos (Metropolis), Detik, website STIKOM. (wah…mendadak jadi seleb nih…haa..haa..emoticon)

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini aku mau mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tuaku yang selalu mendukungku, STIKOM kampus tercinta, bagian SSI (Solusi Sistem Informasi) tempat kerjaku, Pak Januar dosen waliku, Pak Guslong dosen pembimbing TA-ku, rekan-rekan kerjaku, bagian Kemahasiswaan tempat aku belajar organisasi, SMK Telkom Malang, teman-teman Angkatan 9 Moklet Malang, teman-teman Angkatan 2003 jurusan Sistem Informasi STIKOM, dan pihak-pihak lain yang telah memberikan dukungan serta doa.

Aku persembahkan prestasiku ini untuk kalian semua. Semoga dengan ini tidak menjadikan aku sombong dan dapat mengamalkan apa yang aku peroleh ini. Terima kasih banyak yaaaa….

Dan semoga kita selalu ingat bahwa “Kebahagiaan dunia dapat diraih dengan ilmu, Kebahagiaan akhirat dapat diraih dengan ilmu, dan Kebahagiaan keduanya dapat diraih dengan ilmu juga.”    

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Umum, Penting gak sih..June 5, 2006 3:35 am

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alllooo semua….yang di situ kakinya manaaaaaa!!! Loh..emoticon sory prend terlalu semangat nih. Hah..maklum sudah beberapa hari ini gak nulis di blog nih, biasa lagi sibuk ngoding dan Alhamdulillah akhirnya ada waktu sekarang. Wah..makasih juga buat temen-temen yang terus memberiku semangat. I Love You All, Guys!!emoticon

Berdasarkna judul di atas mungkin dari temen-temen sekalian dah tau maksudnya dan arah dari tulisan saya ini dan mungkin temen-temen juga pernah mengalami sendiri. Ya, saya akan mencoba mengutarakan hasil investigasi (halah..) dari temen-temen saya dan terutama saya sendiri. Dan mungkin pembahasan ini nantinya bisa bermanfaat sebagai bahan renungan dan pertimbangan bagi temen-temen yang sekarang mau lulus dan bingung mau minta gaji berapa nantinya.

Masalah ‘menetapkan harga’ bagi kita sebagai fresh graduate mungkin sangat membingungkan terutama pada saat wawancara. Ada yang langsung menyebutkan nominalnya, ada yang bilang ‘terserah bapak saja’, ada yang bilang ‘kalo ngikuti standar perusahaan berapa?’, dan yang parah lagi ada yang malah tanya : saya ini sebenarnya mau digaji berapa?emoticon

Wah…saat itulah kita pusing sendiri memikirkan harga yang layak untuk diri kita sendiri. Kita pasti jadi serba salah. Kalo kita mengajukan diri dengan harga rendah juga tak selalu benar karena ada perusahaan-perusahaan yang quality minded yang artinya kemurahan itu diragukan dan menghindari karyawan yang ‘murahan’. Disisi lain, kalo kita menetapkan terlalu tinggi juga tak selalu benar karena perusahaan-perusahaan itu merasa kita belum berpengalaman kok minta gaji tinggi (maka berkatalah mereka : EMANGNYA SIAPA LOE…!!!) dan parahnya kalo kebetulan ada 3-4 calon yang hasil testnya kurang lebih sama, mereka pasti bertanya-tanya why should they pay more?

Wiikksss…tambah bingung ya.Dulu ada salah satu temen saya yang juga bingung menetapkan gaji, terus pada waktu wawancara dia ditanyain mau digaji berapa dan dia langsung menyebutkan nominal angkanya. Ternyata apa yang terjadi?? Bapak yang mewawancarainya hanya tertawa kaget karena menurutnya temen saya itu masih minim pengalaman kok minta gaji tinggi. Akhirnya dia tidak jadi diterima di perusahaan tersebut gara-gara salah ‘menetapkan harga’ pada waktu wawancara.

Menurut beberapa orang yang saya tanyain tentang masalah gaji ini, mereka memberikan saran sebaiknya sebelum wawancara kita hendaknya survei dulu tanya kiri kanan yang kerja di perusahan tersebut, untuk fresh graduate berapa? Jangan menanyakan kawan, gajimu berapa? Itu tidak santun. Lebih santun tanya, gaji fresh graduate berapa, sih? Bagaimana jika kita sudah berpengalaman? Ya tambahkan sedikit diatas angka inflasi kalikan dengan masa kerja anda. Itu tip dan trik menurut mereka.

Mungkin sebelumnya ada pandangan dalam diri kita yang harus kita hapus dulu, yaitu bahwa dengan pendidikan yang tinggi akan mempertinggi gaji kita. Wahh…kita sudah punya ijasah sarjana di perguruan tinggi terkenal dan ditambah lagi kita punya beberapa sertifikat internasional, pasti kita beranggapan dengan modal itu kita nantinya akan memperoleh pekerjaan yang enak dan gaji tinggi. Hah..ternyata itu belum tentu 100% mendukung. Banyak juga temen-temen dengan IP yang lumayan tinggi tapi sampai sekarang masih menganggur (TANYAKAN KENAPA?). Ternyata ada hal lain yang lebih penting yaitu skill (keahlian) kita baik itu softskill maupun hardskill sangatlah dibutuhkan didunia pekerjaan.

Jadi dapat disimpulkan, walaupun kita sebagai fresh graduate diterima di perusahaan dengan gaji yang belum sesuai dengan keinginan kita, percayalah gaji bukanlah masalah utama yang harus kita pertimbangkan dan banyak hal lain yang dapat kita ambil manfaatnya selain gaji. Misalnya: dengan bekerja softskill dan hardskill kita akan bertambah sehingga dapat menjadikan kita lebih berpengalaman dan professional,mungkin juga perusahaan tersebut memiliki kompensasi-kompensasi lain yang tidak dipunyai perusahan lain (seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, bonus, training/pendidikan tertentu, uang lembur, transportasi, fasilitas kredit kendaraan/rumah, dll).

Oke guys…Ingatlah kesuksesan merupakan perjalanan dari usaha-usaha kita dalam meraihnya. So..CINTAILAH PEKERJAAN KITA SEPERTI KITA MENCINTAI DIRI KITA SENDIRI. Yuuukkkk………

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.