Gaji Tinggi Untuk Fresh Graduate
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alllooo semua….yang di situ kakinya manaaaaaa!!! Loh..
sory prend terlalu semangat nih. Hah..maklum sudah beberapa hari ini gak nulis di blog nih, biasa lagi sibuk ngoding dan Alhamdulillah akhirnya ada waktu sekarang. Wah..makasih juga buat temen-temen yang terus memberiku semangat. I Love You All, Guys!!
Berdasarkna judul di atas mungkin dari temen-temen sekalian dah tau maksudnya dan arah dari tulisan saya ini dan mungkin temen-temen juga pernah mengalami sendiri. Ya, saya akan mencoba mengutarakan hasil investigasi (halah..) dari temen-temen saya dan terutama saya sendiri. Dan mungkin pembahasan ini nantinya bisa bermanfaat sebagai bahan renungan dan pertimbangan bagi temen-temen yang sekarang mau lulus dan bingung mau minta gaji berapa nantinya.
Masalah ‘menetapkan harga’ bagi kita sebagai fresh graduate mungkin sangat membingungkan terutama pada saat wawancara. Ada yang langsung menyebutkan nominalnya, ada yang bilang ‘terserah bapak saja’, ada yang bilang ‘kalo ngikuti standar perusahaan berapa?’, dan yang parah lagi ada yang malah tanya : saya ini sebenarnya mau digaji berapa?
Wah…saat itulah kita pusing sendiri memikirkan harga yang layak untuk diri kita sendiri. Kita pasti jadi serba salah. Kalo kita mengajukan diri dengan harga rendah juga tak selalu benar karena ada perusahaan-perusahaan yang quality minded yang artinya kemurahan itu diragukan dan menghindari karyawan yang ‘murahan’. Disisi lain, kalo kita menetapkan terlalu tinggi juga tak selalu benar karena perusahaan-perusahaan itu merasa kita belum berpengalaman kok minta gaji tinggi (maka berkatalah mereka : EMANGNYA SIAPA LOE…!!!) dan parahnya kalo kebetulan ada 3-4 calon yang hasil testnya kurang lebih sama, mereka pasti bertanya-tanya why should they pay more?
Wiikksss…tambah bingung ya.Dulu ada salah satu temen saya yang juga bingung menetapkan gaji, terus pada waktu wawancara dia ditanyain mau digaji berapa dan dia langsung menyebutkan nominal angkanya. Ternyata apa yang terjadi?? Bapak yang mewawancarainya hanya tertawa kaget karena menurutnya temen saya itu masih minim pengalaman kok minta gaji tinggi. Akhirnya dia tidak jadi diterima di perusahaan tersebut gara-gara salah ‘menetapkan harga’ pada waktu wawancara.
Menurut beberapa orang yang saya tanyain tentang masalah gaji ini, mereka memberikan saran sebaiknya sebelum wawancara kita hendaknya survei dulu tanya kiri kanan yang kerja di perusahan tersebut, untuk fresh graduate berapa? Jangan menanyakan kawan, gajimu berapa? Itu tidak santun. Lebih santun tanya, gaji fresh graduate berapa, sih? Bagaimana jika kita sudah berpengalaman? Ya tambahkan sedikit diatas angka inflasi kalikan dengan masa kerja anda. Itu tip dan trik menurut mereka.
Mungkin sebelumnya ada pandangan dalam diri kita yang harus kita hapus dulu, yaitu bahwa dengan pendidikan yang tinggi akan mempertinggi gaji kita. Wahh…kita sudah punya ijasah sarjana di perguruan tinggi terkenal dan ditambah lagi kita punya beberapa sertifikat internasional, pasti kita beranggapan dengan modal itu kita nantinya akan memperoleh pekerjaan yang enak dan gaji tinggi. Hah..ternyata itu belum tentu 100% mendukung. Banyak juga temen-temen dengan IP yang lumayan tinggi tapi sampai sekarang masih menganggur (TANYAKAN KENAPA?). Ternyata ada hal lain yang lebih penting yaitu skill (keahlian) kita baik itu softskill maupun hardskill sangatlah dibutuhkan didunia pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan, walaupun kita sebagai fresh graduate diterima di perusahaan dengan gaji yang belum sesuai dengan keinginan kita, percayalah gaji bukanlah masalah utama yang harus kita pertimbangkan dan banyak hal lain yang dapat kita ambil manfaatnya selain gaji. Misalnya: dengan bekerja softskill dan hardskill kita akan bertambah sehingga dapat menjadikan kita lebih berpengalaman dan professional,mungkin juga perusahaan tersebut memiliki kompensasi-kompensasi lain yang tidak dipunyai perusahan lain (seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, bonus, training/pendidikan tertentu, uang lembur, transportasi, fasilitas kredit kendaraan/rumah, dll).
Oke guys…Ingatlah kesuksesan merupakan perjalanan dari usaha-usaha kita dalam meraihnya. So..CINTAILAH PEKERJAAN KITA SEPERTI KITA MENCINTAI DIRI KITA SENDIRI. Yuuukkkk………
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

ayoo SEMANGAT !!! Aku mo bagi-bagi oleh-oleh nih hasil dari acara penikahan temenku kemaren minggu di Tulungagung nan jauh di sano.Wiikksss…aku sangat kagum sekali ama temenku ini karena dia merupakan temenku cowok di SMK Moklet dulu yang dah berani nikah duluan. Dan pada waktu ada kabar bahwa dia akan menikah hari minggu kemaren membuatku agak gak percaya karena setauku temen-temenku yang cowok masih belum jelas kalo urusan jodoh (wah..termasuk aku juga nih..he..hee).
).