Umum, Penting gak sih..June 5, 2006 3:35 am

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alllooo semua….yang di situ kakinya manaaaaaa!!! Loh..emoticon sory prend terlalu semangat nih. Hah..maklum sudah beberapa hari ini gak nulis di blog nih, biasa lagi sibuk ngoding dan Alhamdulillah akhirnya ada waktu sekarang. Wah..makasih juga buat temen-temen yang terus memberiku semangat. I Love You All, Guys!!emoticon

Berdasarkna judul di atas mungkin dari temen-temen sekalian dah tau maksudnya dan arah dari tulisan saya ini dan mungkin temen-temen juga pernah mengalami sendiri. Ya, saya akan mencoba mengutarakan hasil investigasi (halah..) dari temen-temen saya dan terutama saya sendiri. Dan mungkin pembahasan ini nantinya bisa bermanfaat sebagai bahan renungan dan pertimbangan bagi temen-temen yang sekarang mau lulus dan bingung mau minta gaji berapa nantinya.

Masalah ‘menetapkan harga’ bagi kita sebagai fresh graduate mungkin sangat membingungkan terutama pada saat wawancara. Ada yang langsung menyebutkan nominalnya, ada yang bilang ‘terserah bapak saja’, ada yang bilang ‘kalo ngikuti standar perusahaan berapa?’, dan yang parah lagi ada yang malah tanya : saya ini sebenarnya mau digaji berapa?emoticon

Wah…saat itulah kita pusing sendiri memikirkan harga yang layak untuk diri kita sendiri. Kita pasti jadi serba salah. Kalo kita mengajukan diri dengan harga rendah juga tak selalu benar karena ada perusahaan-perusahaan yang quality minded yang artinya kemurahan itu diragukan dan menghindari karyawan yang ‘murahan’. Disisi lain, kalo kita menetapkan terlalu tinggi juga tak selalu benar karena perusahaan-perusahaan itu merasa kita belum berpengalaman kok minta gaji tinggi (maka berkatalah mereka : EMANGNYA SIAPA LOE…!!!) dan parahnya kalo kebetulan ada 3-4 calon yang hasil testnya kurang lebih sama, mereka pasti bertanya-tanya why should they pay more?

Wiikksss…tambah bingung ya.Dulu ada salah satu temen saya yang juga bingung menetapkan gaji, terus pada waktu wawancara dia ditanyain mau digaji berapa dan dia langsung menyebutkan nominal angkanya. Ternyata apa yang terjadi?? Bapak yang mewawancarainya hanya tertawa kaget karena menurutnya temen saya itu masih minim pengalaman kok minta gaji tinggi. Akhirnya dia tidak jadi diterima di perusahaan tersebut gara-gara salah ‘menetapkan harga’ pada waktu wawancara.

Menurut beberapa orang yang saya tanyain tentang masalah gaji ini, mereka memberikan saran sebaiknya sebelum wawancara kita hendaknya survei dulu tanya kiri kanan yang kerja di perusahan tersebut, untuk fresh graduate berapa? Jangan menanyakan kawan, gajimu berapa? Itu tidak santun. Lebih santun tanya, gaji fresh graduate berapa, sih? Bagaimana jika kita sudah berpengalaman? Ya tambahkan sedikit diatas angka inflasi kalikan dengan masa kerja anda. Itu tip dan trik menurut mereka.

Mungkin sebelumnya ada pandangan dalam diri kita yang harus kita hapus dulu, yaitu bahwa dengan pendidikan yang tinggi akan mempertinggi gaji kita. Wahh…kita sudah punya ijasah sarjana di perguruan tinggi terkenal dan ditambah lagi kita punya beberapa sertifikat internasional, pasti kita beranggapan dengan modal itu kita nantinya akan memperoleh pekerjaan yang enak dan gaji tinggi. Hah..ternyata itu belum tentu 100% mendukung. Banyak juga temen-temen dengan IP yang lumayan tinggi tapi sampai sekarang masih menganggur (TANYAKAN KENAPA?). Ternyata ada hal lain yang lebih penting yaitu skill (keahlian) kita baik itu softskill maupun hardskill sangatlah dibutuhkan didunia pekerjaan.

Jadi dapat disimpulkan, walaupun kita sebagai fresh graduate diterima di perusahaan dengan gaji yang belum sesuai dengan keinginan kita, percayalah gaji bukanlah masalah utama yang harus kita pertimbangkan dan banyak hal lain yang dapat kita ambil manfaatnya selain gaji. Misalnya: dengan bekerja softskill dan hardskill kita akan bertambah sehingga dapat menjadikan kita lebih berpengalaman dan professional,mungkin juga perusahaan tersebut memiliki kompensasi-kompensasi lain yang tidak dipunyai perusahan lain (seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, bonus, training/pendidikan tertentu, uang lembur, transportasi, fasilitas kredit kendaraan/rumah, dll).

Oke guys…Ingatlah kesuksesan merupakan perjalanan dari usaha-usaha kita dalam meraihnya. So..CINTAILAH PEKERJAAN KITA SEPERTI KITA MENCINTAI DIRI KITA SENDIRI. Yuuukkkk………

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penting gak sih..May 24, 2006 4:30 am

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa sih makna dari kata empati itu?emoticon

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Empati berarti perasaan dimana kita ikut merasakan dan memahami orang lain. Atau lebih gampangnya empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain. Mempunyai rasa rasa empati adalah keharusan seorang manusia, karena di sanalah terletak nilai kemanusiaan seseorang. Menurut Lawrence E. Shapiro, Ph.D., secara naluriah seseorang sudah mengembangkan empati sejak ia bayi. Awalnya empati yang dimiliki sangat sederhana, yakni empati emosi. Misalnya pada usia 0-1 tahun, bayi bisa menangis hanya karena mendengar bayi lain menangis. Barulah di usia 1-2 tahun, anak menyadari kalau kesusahan temannya bukanlah kesusahan yang mesti ditanggung sendiri.

Walaupun demikian, rasa empati pada seseorang harus diasah. Bila dibiarkan rasa empati tersebut sedikit demi sedikit akan terkikis walau tidak sepenuhnya hilang, tergantung dari lingkungan yang membentuknya. Misalnya saja mungkin yang terjadi pada diri saya atau anda pada waktu mengikuti perkuliahan di kampus, kita mungkin sering mengabaikan dosen yang menerangkan suatu mata kuliah tertentu dan asyik ngobrol dengan teman di sebelah kita karena mungkin kita merasa tidak mengerti apa yang dijelaskannya. Tapi, pernahkah kita berpikir bagaimana ya kalau kita menjadi dosen dan semua mahasiswanya ramai sendiri. Bagaimana perasaan kita??emoticon

Banyak segi positif bila kita berempati. Kita akan agresif dan senang membantu orang lain. Karena empati berhubungan dengan kepedulian terhadap orang lain, tak heran kalau empati selalu berkonotasi sosial seperti menyumbang, memberikan sesuatu pada orang yang kurang mampu.

Rasulullah pun sangat menekankan pentingnya mengembangkan sikap empati ini. "Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling berempati di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh, jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih, merasakan demam, dan tak bisa tidur."

Tidak mudah memang bagi kita untuk memiliki perasaan tersebut, dimana kebanyakan dari kita selalu mempertanyakan (UBSA) “UNTUNG BUAT SAYA APA?” atau kita sudah berpikir “Underestimate” orang lain karena kita merasa tidak butuh orang tersebut, “WHO CARE?” karena kebanyakan manusia memiliki sifat egois yang luar biasa.

Terus kapan kita bisa menumbuhkan rasa Empati itu?
Sebenarnya rasa empati dapat kita lakukan asalkan kita mau, kapan saja dan dimana saja kita berada. Kita harus membiasakan dari hal-hal yang sederhana. Contoh ketika kita sedang makan dan di samping kita ada orang, maka kita coba untuk menawarkan makanan itu kepadanya (walaupun kita cuma nawarin aja) tapi dengan begitu kita biasa berbagi dan peduli pada orang lain.

Mungkin hal-hal berikut ini dapat membantu kita untuk menumbuhkan rasa Empati itu, yaitu:
1. Jangan selalu berpikir “Mengapa sih kita harus berempati?” tapi kita harus berpikir “MENGAPA TIDAK KITA HARUS BEREMPATI, TOH NGGAK MERUGIKAN”.
2. Jangan merasa derajat kita lebih tinggi dari orang lain, tetapi selalu ingat bahwa kehidupan itu seperti roda, kadang kita di atas, kadang kita di bawah.
3. Jangan kita memberikan perhatian atau bantuan hanya kepada orang yang menurut kita akan menguntungkan kita saja.
4. Janganlah selalu jalan-jalan ke mal, cobalah jalan-jalan ke tempat di mana banyak orang susah yang berkumpul di sana. Dengan itu kita akan melihat ada sisi lain dari kehidupan manusia.
5. Selalu tebarkan senyum kepada orang lain tapi jangan kebanyakan.

Jadi sebagai makhluk sosial sangatlah penting bagi kita untuk memiliki rasa empati kepada orang lain. Jadilah emas dimanapun kita berada, bila kita memang emas.

Always remember guys, God is watching us!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penting gak sih..May 23, 2006 8:47 am

Assalamu’alikum Wr. Wb.

Aloooo semuaaa..emoticon ayoo SEMANGAT !!! Aku mo bagi-bagi oleh-oleh nih hasil dari acara penikahan temenku kemaren minggu di Tulungagung nan jauh di sano.Wiikksss…aku sangat kagum sekali ama temenku ini karena dia merupakan temenku cowok di SMK Moklet dulu yang dah berani nikah duluan. Dan pada waktu ada kabar bahwa dia akan menikah hari minggu kemaren membuatku agak gak percaya karena setauku temen-temenku yang cowok masih belum jelas kalo urusan jodoh (wah..termasuk aku juga nih..he..hee).

Nama temenku itu adalah Mohammad Soim, umurnya 22 tahun , lahir di Tulungagung. Orang kalem sekali dan termasuk golongan temen-temen yang alim. Waktu sekolah dulu dia merupakan salah satu partnerku dalam belajar dan yang paling mengesankan dia merupakan vokal di grup bandku dulu. Yang kuingat suaranya sangat kalem sekalem orangnya. Lagu kesukaannya dulu salah satunya adalah "SEWU KUTHO" ciptaan Didik Kempot.

Hahh…….yang membuat aku kaget juga dari "SEWU KUTHO" yang pernah dia kunjungi ternyata dia meminang gadis pujaan hatinya yang berasal dari kota BOJONEGORO, yang merupakan kota asalku juga. Weleh-weleh Im-Im tau gitu kamu pesen aja ke aku ntar tak cariin gadis bojonegoro ha..haa.emoticon.

Yaa..tak ucapin selamat menempuh hidup baru deh, semoga dapat terbentuk keluarga sakinah mawadah wa rahmah. Dan semoga dia ntar juga mau menghadiri acara pernikahanku. Amiieennn.

Ngomong-ngomong soal menghadiri walimatul ‘urs, yaitu sebuah jamuan makan yang menghadirkan para undangan sebuah pernikahan ternyata menurut ustadku para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. Sebagian mengatakan wajib/fardhu `ain, sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah dan sebagian lagi mengatakan sunnah.

Yang mengatakan fardhu `ain berdalil dengan hadits berikut ini:

Apabila kamu diundang walimah maka datangilah. (HR Bukhari dan Muslim)

Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, bila yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin ditinggalkan. Siapa yang tidak mendatangi undangan walimah, dia telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya. (HR Muslim)

Sedangkan yang mengatakan fardhu kifayah berlandaskan kepada esensi dan tujuan walimah, yaitu sebagai media untuk mengumumkan terjadinya pernikahan serta membedakannya dari perzinaan. Bila sudah dihadiri oleh sebagian orang, menurut pendapat ini sudah gugurlah kewajiban itu bagi tamu undangan lainnya.

Sedangkan yang mengatakan sunnah berlandaskan kepada argumen bahwa pada hakikatnya menghadiri walimah itu seperti orang menerima pemberian harta. Sehingga bila harta itu tidak diterimanya, maka hukumnya boleh-boleh saja. Dan bila diterima hukumnya hanya sebatas sunnah saja.

Wahh..kalo ada tiga pendapat gini gak usah bingung, yang penting kita ambil positifnya aja. Gimana setuju gak?? Misalnya aku kemaren dapat beberapa manfaat kok dari menghadiri acara tersebut seperti dapat pahala ikut mendoakan orang yang menikah, dapat bertemu kembali ama temen-temen seangkatan dulu di SMK Moklet (itung-itung sebagai ajang silaturrahmi juga) dan sapa tau ketemu jodoh kita sendiri dan giliran kita sendiri deh yang nikah (lohh.. he..hee..ya sebenarnya aku juga dah netapin tanggal dan bulannya sih tapi tahunnya ini yang masih bingung emoticon ).

Jadi dapat disimpulkan menghadiri acara pernikahan temen adalah penting banget gitu lohh dan dijamin gak bakal nyesel deh. Apalagi diramaikan dengan penyanyi electon yang menyanyikan lagu Teman Tapi Mesra. Sip pokoke, suerrrr!!

Wassalamu’alikum Wr. Wb.