Duh Gustiii…..
Menatap indahnya bulan diatas kosku
Membuatku terengah terdiam terpaku
Membawa diriku kembali mengingatmu
Teringat akan senyum manis bibirmu
Yang telah menghiasi warna hidupku
Bila mungkin kuputar kembali waktu
Aku ingin lewati malam bersamamu
Singkirkan sepi hampa dalam kalbu
Adakah kau disana merinduku…..?
Andai saja masih ada ruang dihatimu
Berikan kesempatan lebih dekat denganmu
Andai saja kau disini aku dihatimu
Kan kuberikan yang terbaik untukmu
Yakinkan kau selalu ada dihatiku
Aku terlanjur terbuai tak berdaya
Rindu telah merasuk ke dalam jiwa
Cintaku bukanlah cinta sesaat semata
Aku rasa lemah dan rentan tanpanya
Sunyi sepi hampa jadi hantu karenanya
Adakah kau memanggilku disana…..?
Sayang…walau bulan tak lagi bercahaya
Walau bintang tak lagi berikan sinarnya
Walau kita ada di tempat yang berbeda
Walau aku menangis tanpa air mata
Tak kan kulupakan rasa cinta yang ada
Selama jantung masih terasa detaknya
Selama darah masih mengalir dalam raga
Selama itu pun dirimu bertahta di jiwa
Bila pesan yang kau tuliskan untukku
Adalah alasan sempurna tuk tinggalkanku
Kan kujadikan kau kenangan waktu
Yang terindah adanya dalam hidupku
Walau ku tau takkan mudah bagiku
Untuk menghapus jejak langkahmu
Yang telah terukir abadi dalam hatiku
Sip, sangar. Pujangga cinta instant akibat tersia-sia.
Sudahlah pak dosen, cari yang baru, ambil sejumput dari mahasiswimu. Tawari dengan nilai bagus, ajari private, dan segala bujuk rayu.
Hehehe…
Selamat berjuang…!!!
Comment by Ho — October 30, 2007 @ 3:40 am
“Bagaimana hatiku bisa terbuka kalau tidak patah?”
“Kenangan adalah batu sandungan di jalan Harapan”
Coba renungin deh mas 2 kalimat di atas… ^_^
Comment by titin — October 30, 2007 @ 4:58 am