Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hah…saat ini aku sedang sedih banget
dan semangat kerjaku agak menurun
. Gara-gara ada kejutan yang menyedihkan dan mengagetkan di akhir bulan juni ini. Tau tidak..!! ternyata ada dua rekan kerjaku di bagian Solusi Sistem Informasi STIKOM yang mengundurkan diri. Mereka adalah Mohammad Fariz Rahman dan Achmad Fanani yang sehari-hari mereka bekerja sebagai programmer.
Hah…yang lebih menyedihkan lagi adalah salah satu dari dua rekan kerjaku yang mengundurkan diri tersebut merupakan sahabat terbaikku (Achmad Fanani)
. Aku dan dia sudah bersahabat sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Kami bersahabat awalnya karena kami mempunyai nasib yang sama, yaitu sama-sama merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa ikatan dinas di STIKOM yang harus ‘mengabdi’ ke STIKOM dengan bekerja sejak semester 5 sampai dengan semester 10. Selama kurang lebih 2 tahun ini kami selalu saling membantu dan mendukung dalam segala hal baik itu urusan pekerjaan maupun urusan pribadi. Di saat salah satu di antara kami mengalami masalah atau kesulitan kami selalu saling tolong-menolong untuk membantu mencarikan solusi secara bersama. Kami saling mengisi, kadang-kadang dia memberikan saran, kritik, nasehat kepadaku dan kadang-kadang juga gantian aku yang memberikan saran, kritik, dan nasehat kepadanya. Bahkan yang lebih membanggakan adalah kami merupakan lulusan STIKOM dengan predikat cumlaude (lihat di Akhirnya S.Kom. jugaa..). Kami memiliki banyak sekali kesamaan pemikiran tentang suatu hal (baru kali ini aku dapat sahabat seperti itu), sampai-sampai semua orang (baik karyawan maupun teman mahasiwa) yang ada di STIKOM mengatakan kalau kami adalah saudara kembar yang sudah jadi satu paket karena menurut mereka wajah kami sangat mirip dan kemana-mana selalu bersama (sampai-sampai ke toilet sekalipun
). Walaupun sebenarnya aku tidak setuju 100 persen tentang hal itu karena menurutku aku lebih keren daripada dia
, lihat aja foto di bawah ini kalo gak percaya…he…hee…
Terus sebenarnya ada beberapa perbedaan lain yang membedakan kami, yaitu aku bisa berenang dan main musik tapi dia tidak bisa, dia bisa menyetir mobil aku belum bisa, dia sudah punya pacar sedangkan aku belum
doakan yaa…, dia suka musik dangdut jaman dulu (terutama Rhoma Irama) tapi aku suka musik dangdut yang modern (terutama Kucing Garong), gaya codingnya mbulet sampe mumet sedangkan gaya codingku lumayan bisa dimengerti orang lain…he..hee…
Tapi dari beberapa perbedaan itu tidaklah membuat kami selalu mengejek ataupun menjatuhkan, malahan sebaliknya kami selalu saling membantu dan mengisi satu sama lain. Memang benar di dunia ini tidak ada yang abadi selamanya termasuk kebersamaan dengan seorang sahabat, tapi dari situ kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi segala hal. Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. Hidup merupakan pilihan dan dia telah memilih untuk mengundurkan diri untuk bekerja di tempat lain (perusahaan Tjiwi Kimia Mojokerto) dan telah memilih untuk meninggalkanku di sini….
.
Tapi sebagai sahabatnya aku tidak bisa mencegahnya untuk tidak jadi menundurkan diri melainkan hanya bisa mendukung 100 persen pilihan/langkah yang telah diambilnya. Itu merupakan keputusannya dan aku harus menghormatinya. Yang bisa kuberikan saat ini adalah doa kepadanya semoga dia menjadi orang yang lebih sukses lagi dan tidak melupakan segala kebaikan orang lain yang telah membantunya.
Selamat berpisah Fanani, sahabatku. Walaupun jarak kita jauh semoga kamu tidak melupakan persahabatan kita. Dan ingatlah aku selalu mendukungku. O iya jangan lupa undang aku yaa kalo kamu mau menikah nanti.
And Always Remember That Friendship Is Never End.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.