Coretan KalbuDecember 13, 2007 3:09 am

Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?

Aku telah menemuimu. Menatapmu dalam diam.
Matamu teduh, lembut dan penuh sabar.
Tiada riak emosi. Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.
Sebuah ketenangan yang luar biasa.

Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan airmata.
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.
Tapi kutahu kau mungkin takkan pernah berikan ruang itu.
Karena kau sangat mengenalku.

Lalu kini, semua membeku.
Cair lalu kembali membeku.
Membeku dalam heningku.
Membeku dalam ketidaktegasanmu.

Apakah dia pernah mencoba memahami hati wanita?
Apakah dia pernah tahu berkorban adalah jalan hidup wanita?
Wanita selalu memilih untuk berkorban,
mengorbankan dirinya, demi yang dicintainya.

Lalu kini, siapa yang kau inginkan untuk berkorban?
Ketika semua memilih untuk berkorban, lalu apa yang kau dapatkan?
Ketika semua memilih untuk membahagiakan yang lain,
lalu siapa yang sebenarnya akan bahagia?

Aku telah menemuimu. Memelukmu erat dalam mimpiku.
Aku tahu kau tak pernah membenciku.
Aku tahu aku tak pernah bisa menyakitimu.
Aku tahu kasih tlah hadir di ruang itu.

Namun aku tak pernah yakin, apakah aku sanggup melaluinya.
Aku tidak siap dengan kenyataan ini.
Aku tahu kau pun tak siap.
Dan juga dia.

Bagaimana semua ini bisa terjadi, tak pernah bisa kumengerti.
Mengapa aku bersikukuh mengejar awan di langit?
Mengapa aku bersikeras meredakan ombak?
Mengapa aku berkorban demikian besar tuk meruntuhkan hatimu?

Cinta ini tak pernah padam. Cinta ini selalu ada. Tak kan pernah mati.
Cinta ini terus berharap. Harapan yang membuatku selalu hidup.
Menanti seseorang yang pantas menerimaku.
Tuk selamanya.

Kuharap kau mengerti.

Coretan Kalbu 3:06 am

Lihatlah kemarin ia menangis
dalam hening
dalam diam
tanpa airmata
Namun ia telah menangis

Sekarang lihatlah ia telah tertawa
walau masih ada luka di matanya
walau masih terasa lelah di hatinya
namun ia telah tertawa

tetapi tahukah ia telah pasrah
tahukah ia mulai menyerah
tak berdaya pada kuasa hatinya
tak kuasa pada kehendak cintanya

Dan kini ia hanya diam
menanti
dalam rindu yang amat sangat
dalam sepi yang menyengat

Menanti sesuatu yang tak pasti
tapi ia tak peduli
ia hanya tahu
cinta yang ia miliki
pasti.

Coretan KalbuOctober 19, 2007 12:58 am

Duh Gustiii…..

Menatap indahnya bulan diatas kosku
Membuatku terengah terdiam terpaku
Membawa diriku kembali mengingatmu
Teringat akan senyum manis bibirmu
Yang telah menghiasi warna hidupku
Bila mungkin kuputar kembali waktu
Aku ingin lewati malam bersamamu
Singkirkan sepi hampa dalam kalbu

Adakah kau disana merinduku…..?

Andai saja masih ada ruang dihatimu
Berikan kesempatan lebih dekat denganmu
Andai saja kau disini aku dihatimu
Kan kuberikan yang terbaik untukmu
Yakinkan kau selalu ada dihatiku

Aku terlanjur terbuai tak berdaya
Rindu telah merasuk ke dalam jiwa
Cintaku bukanlah cinta sesaat semata
Aku rasa lemah dan rentan tanpanya
Sunyi sepi hampa jadi hantu karenanya

Adakah kau memanggilku disana…..?

Sayang…walau bulan tak lagi bercahaya
Walau bintang tak lagi berikan sinarnya
Walau kita ada di tempat yang berbeda
Walau aku menangis tanpa air mata
Tak kan kulupakan rasa cinta yang ada
Selama jantung masih terasa detaknya
Selama darah masih mengalir dalam raga
Selama itu pun dirimu bertahta di jiwa

Bila pesan yang kau tuliskan untukku
Adalah alasan sempurna tuk tinggalkanku
Kan kujadikan kau kenangan waktu
Yang terindah adanya dalam hidupku
Walau ku tau takkan mudah bagiku
Untuk menghapus jejak langkahmu
Yang telah terukir abadi dalam hatiku